Senin, 19 Januari 2009

AYO BOIKOT PRODUK ISRAEL CS !!!

Tindak kebiadaban Imperialis Israel di bumi Palestina telah mendapatkan berbagai respons dari kalangan umat Islam, termasuk ulama-ulama Islam. Tokoh-tokoh Islam, seperti Syaikh Dr. Muhammad Sayyid Thanthawi, Syaikhul Azhar, yang selama ini terkesan lentur dalam setiap pernyataannya, kini lebih tegas lagi akan kemestian memerangi musuh-musuh Islam, "Apabila kamu tidak mampu memerangi mereka (musuh-musuh Islam, Israel dan Amerika Serikat) dengan senjata, maka minimal lawanlah dengan memboikot barang-barang dan produk-produk mereka."


Boikot Produk Israel cs
Boikot Merk Israel dan Pendukungnya

Banyak tokoh Islam dunia yang mendukung kemestian pemboikotan barang-barang dan produk-produk Israel dan Amerika, bahkan mengeluarkan fatwa untuk merespon tindak kejahatan yang mereka lakukan di bumi Palestina. Mereka adalah Dr. Yusuf Qardhawi, Dr. Abdul Satar Fathullah Said (Dosen Syariah Universitas Al Azhar), Dr. Naser Farid Wasil (mantan Mufti Mesir), Dr. Muhammad Imarah (Pemikir Muslim Dunia), Dr. Abdul Hamid Ghazali (pakar ekonomi dan politik Islam) dan lain-lain. Berikut ini fatwa yang ditanda tangani tidak kurang dari 70 ulama Sudan dan negara-negara Islam lainnya, seputar wajibnya memboikot barang-barang dan produk-produk Imperialis Israel dan Amerika Serikat.

Fatwa: Wajib Memboikot Barang-barang dan Produk-produk Amerika dan Israel

Segala puji bagi Allah yang telah mewajibkan hamba-hamba-Nya memerangi orang-orang kafir dengan jiwa dan hartanya. Allah telah memberikan kabar gembira kepada mereka kemenangan dan kemuliaan, Dia berfirman,

Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. (Qs. At Taubah, 9: 14).

Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah SAW yang telah bersabda, "Perangilah orang-orang musyrik itu dengan harta, jiwa dan lisan kalian." Shalawat dan salam juga semoga tercurah kepada keluarga dan para sahabatnya.

Wahai kaum muslimin, tak tersembunyi dari kalian apa yang menimpa umat kita belakangan ini. Konspirasi negara dzalim Amerika dangan rezim Imperialis Yahudi-Israel telah merampas tanah suci kita, membantai anak-anak kita di bumi Palestina, mengepung rakyatnya dan memaklumatkan perang kepada mereka di semua media visual ataupun audio lewat legalitas internasional yang mereka klaim. Oleh karena itu, wajib bagi umat Islam tampil berperan utnuk menghadapi persoalan umat ini dengan menggunakan berbagai sarana yang mungkin, terutama aksi pemboikotan barang-barang dan produk-produk Amerika dan Israel. Hal demikian itu didasarkan pada:

Pertama, firman Allah SWT.,
Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (Qs. Al Mumtahanah, 60: 9)

Kedua, persetujuan Rasulullah SAW. pada Tsumamah ketika dia berkata kepada orang-orang Quraisy,
"Demi Allah, tidak akan sampai kepada kalian sebiji gandum pun sehingga Rasulullah SAW. mengizinkannya"

Ketiga, Allah SWT. berfirman,
"Dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri. (Qs. Asy Syura, 42: 39).

Kita semua tahu bahwa Amerika telah banyak berbuat kedzaliman dan mengembargo negeri-negeri Islam dan kaum muslimin, teriakan dan tangisan anak-anak, rintihan orang-orang sakit, ratapan para wanita dan ribuan mayat yang tewas tidak bisa mengetuk nuraninya.

Keempat, konsensus para ulama' yang mengharamkan pemberian manfaat buat orang-orang kafir harbi (yang memerangi umat Islam).
"Menyatakan, haram hukumnya bagi setiap Muslim membeli barang-barang dan produk-produk Amerika Serikat dan Israel, baik berupa produk-produk minuman, gas bumi dan sejenisnya, produk-produk makanan, pakaian, elektronik dan sebagainya. Barang siapa yang melakukan transaksi berarti membela dan menolong orang-orang kafir, membantu mereka mendzalimi saudara-saudaranya kaum muslimin; dia telah melakukan kesalahan dan dosa besar"
Sebelum dan sesudahnya kami ucapkan alhamdulillah, shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita, Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya.

Yang menandatangani fatwa ini adalah:
1. Syaikh Muhammad Fadhil Al Taqlawi, mantan Ketua Jamaah Anshar As Sunnah Al Muhamadiyah, Sudan.
2. Syaikh Ahmad Muhammad Ali Al Thuraifi, Ketua Dewan Fatwa dan Kajian di Universitas Al Quranul Karim
3. Syaikh Ahmad Dr. Muhammad Utsman Shalih, Direktur Universitas Islam Umdarman dan Sekjen Majlis Ulama Sudan.
4. Syaikh Prof. Dr. Ahmad Ali Al Arzaq, Wakil Direktur Universitas Islam Umdarman Sudan.
5. Syaikh Ash Shadiq Abdullah Abdul Majid, Muraqib Am Al Ikhwan Al Muslimin, Sudan.
6. Syaikh Dr. Ismail Al Beliy, Ketua Majlis Ulama Sudan.
7. Syaikh Prof. Dr. Al Khadhar Abdul Rahim, Dekan Fakultas Ushuludin Universitas Islam Umdarman.
8. Syaikh Prof. Hasan Hamid, Wakil Ketua Dewan Fatwa dan Kajian Universitas Al Quranul Karim
9. Syaikh Dr. Al Hibr Yusuf Nur Al Daim, Ketua Dewan Pengajaran Majlis Nasional Sudan.
10. Syaikh Jalaludin Al Murad, Ketua Malis Tinggi Dakwah, Haji dan Wakaf Sudan
11. Syaikh Kamal Utsman Rizq, Khatib Masjid Jami' Agung Qurthum.
12. Mr. Muhammad Ibrahim Muhammad, Wakil Sekjen Majlis Ulama' Sudan.
13. Syaikh Prof. Dr. Abbas Mahjub, Direktur Pusat Universitas Al Quranul Karim untuk Cabang Puteri.
14. Syaikh Al Amin Al Haj Muhammad, Dosen Universitas Internasional Afrika.
15. Dr. Suad Al Fatih, Anggota Majlis Nasional Sudan
16. Syaikh Abdul Rahim Abul Ghaits, Direktur Institut Al Quranul Karim di Umdarman.
17. Syaikh Dr. Al Qurasyi Abdul Rahim, mantan Dekan Fakultas Syariah Universitas Al Quranul Karim.
18. Syaikh Sulaiman Utsman Abu Naro, Amir Jamaah Al Ikhwan Al Muslimin, Sudan.
19. Syaikh Abdul Khalil Al Nadzir Al Karuri, Ketua Jam'iyah Al Ishlah wal Musawah Sudan.
20. Dr. Fathimah Abdul Rahman, Dosen Universitas Al Quranul Karim.
21. Syaikh Dr. Kamal Abid, Direktur Islamic Center Afrika
22. Syaikh Dr. Ismail Hanaafi, Dekan Fakultas Syariah Universitas Internasional Afrika
23. Syaikh Husain Asyisy, Khathib masjid Al Firdaus di Umdarman
24. Syaikh Muhammad Al Amin Ismail, Khathib Masjid Al Fath di Shafahah
25. Syaikh Dr. Abdullah Az Zubair, Dosen Universitas Al Quranul Karim
26. Syaikh Dr. Mubarak Rahmah, mantan Dekan Fakultas Ushuludin Universitas Islam Umdarman
27. Syaikh Prof. Dr. Muhammad Abdul Ghafar, Dosen Universitas Qurthum
28. Syaikh Dr. Sa'ad Ahmad Sa'ad, Sekjen Badan Penyantun Penerapan Syariat Islam, Sudan.
29. Syaikh Muhammad Hasan Thanun, Ketua Dewan Pengurus Jam'iyah Anshar
30. Dr. Umar Yusuf Hamzah, Dosen Universitas Islam Umdarman
31. Syaikh Hamad Al Fadini, Ketua Urusan Aqidah dan Dakwah
32. Syaikh Muhammad Abdul Karim, Khathib Masjid Majma' Islami di Jerif Barat
33. Syaikh Musa'identivikasi Basyir Ali, Khathib Masjid Agung Umdaum
34. Syaikh Dr. Ala'uddin Az Zuki, Dosen Universitas Qurthum
35. Syaikh Dr. Abdullah Abdul Hay, Ketua Urusan Kemahasiswaan Universitas Al Quranul Karim
36. Syaikh Dr. Abdul Hay Yusuf, Ketua Jurusan Peradaban Islam Universitas Qurthum
37. Syaikh Dr. Umar Abdul Ma'ruf Ali, Universitas Islam Umdarman
38. Syaikh Dr. Al Abid Muadz, Dekan Fakultas Syariah Universitas Al Quranul Karim
39. Syaikh Mudatsir Ahmad Ismail, Khathib Masjid Al Arqam di Al Haj Yusuf
40. Syaikh Dr. Yusuf Al Kudah, Dosen Universitas El Nilain
41. Syaikh Dr. Shalih Al Taum, Dosen Universitas Qurthum
42. Syaikh Al Abid Abdul Wahab, Dosen Universitas Qurthum
43. Syaikh Ibrahim Al Dharir, Anggota Dewan Fatwa dan Kajian Universitas Al Quranul Karim
44. Syaikh Dr. Ali Ulwan, Dekan Fakultas Syariah Universitas Nasional Al Ribath
45. Syaikh Ahmad Hasan Muhammad, Ketua Jurusan Komunikasi Universitas Internasional Afrika
46. Syaikh Dr. Mahmud Sulaiman Jadin, Dosen Universitas Al Quranul Karim
47. Syaikh Fadhlullah Ibrahim Thaha, Dosen Universitas Al Quranul Karim
48. Syaikh Akin Mawil, Anggota Majlis Ulama' Sudan
49. Syaikh Dr. Adil Thahir, Universitas Islam Umdarman
50. Syaikh Amad Bakri Abu Hiras, Da'i
51. Syaikh Nazar Muhammad Utsman, Ketua Dewan Penasehat
52. Syaikh Dr. Izzuddin Ibrahim, Dekan Fakultas Syariah Universitas Al Quranul Karim Cabang Juba
53. Syaikh Utsman Abdul Razaq, Perintis Majlis Ulama' Sudan
54. Syaikh Ibrahim Al Arzaq, Universitas Islam Umdarman
55. Syaikh Dr. Ahmad Shadiq Basyir, Dosen Universitas Al Quranul Karim
56. Syaikh Jamal Thahir Hasan, Khathib Masjid Banet Timur
57. Syaikh Athiyah Muhammad Hasan, Anggota Majlis Ulama' Sudan
58. Syaikh Khalid Ramadhan, Khathib Masjid Al Mustaghfirin
59. Syaikh Umar Abdul Qadir, Televisi Qurthum
60. Syaikh Daf'ullah Muhammad Hasan, Imam dan Khathib Masjid Al Dzakirin di Riyadh
61. Syaikh Yahya Abdullah, Imam dan Khathib Masjid Al Mansyiyah
62. Syaikh Muhammad Sayid Haj, Imam dan Khathib Masjid ats Tsaurah
63. Syaikh Dr. Ibrahim Ali Muhammad, Universitas Islam Umdarman
64. Syaikh Bakri Mikyal, Khathib Masjid Mikyal
65. Syaikh Abdul Ilah Muhammad Ahmad Namr, Da'i
66. Syaikh As'ad Abdul Karim, Imam dan Khathib Masjid Majma' Al Furqan
67. Syaikh Dr. Adil Aliyullah, Universitas Islam Umdarman
68. Syaikh Taj Thalab, Imam dan Khathib Masjid Boretzudan
69. Syaikh Dr. utsman Ali Hasan, Dosen Fakultas Syariah Universitas Katar
70. Syaikh Ali Aba Shalih, Imam dan Khathib Masjid Muraba' Wahid di Haj Yusuf


Dikutip dari www.ulwani.tripod.com

Jumat, 16 Januari 2009

Ketika Seluruh Dunia Mengutuk Zionis Israel


Serangan Zionis Israel ke Palestina sejak 28 Desember lalu telah menewaskan sedikitnya 300 orang termasuk di dalamnya warga sipil dan anak-anak. Hal ini menuai kecaman dari seluruh dunia, mereka mengutuk Israel yang melakukan pembunuhan atas rakyat Palestina yang lemah.

Indonesia

Di Indonesia, aksi menentang Israel dilakukan di berbagai daerah. Diantaranya adalah aksi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, yang dilakukan oleh Mahasiswa dan Pelajar, Senin (29/12). Di Semarang, Jawa Tengah, ratusan mahasiswa melakukan long march menuju kantor RRI Semarang. Aksi serupa juga digelar mahasiswa di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Dalam aksinya pengunjuk rasa membawa sejumlah atribut serta membakar simbol-simbol negara zionis. Jelang satu hari, aksi serupa juga terjadi di Medan. Sekitar 100 mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim berunjuk rasa di Bundaran SIB Jalan Gatot Subroto, Medan. Sedangkan di Makassar, massa Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Makassar melakukan penggalangan dana untuk Palestina yang digelar di perbatasan Makassar dan Gowa.

Malaysia
Sementara di Malaysia, Ratusan umat Islam melakukan demonstrasi di depan Kedubes AS di Jl Tun Razak, Kuala Lumpur, Selasa (30/12). Mereka mendesak AS dan PBB untuk bersikap tegas dan cepat menghentikan serangan kekejaman Israel terhadap Palestina. Dalam aksinya mereka membawa bendera Hamas dan spanduk yang mengecam Israel. Mahasiswa dan aktivis asal Palestina yang tinggal di Malaysia juga ikut dalam aksi ini. Aksi ini mendapat penjagaan ketat ratusan polisi.

Lebanon
Di Lebanon, ratusan ribu rakyat pendukung Hezbollah di Lebanon juga tak ketinggalan melakukan aksi solidaritas atas rakyat Palestina. Hezbollah dikabarkan menyiapkan 20.000 pasukan untuk membela Palestina.

Mesir
Aksi juga terjadi di Mesir. Ratusan anggota persatuan organisasi profesi, sejumlah elemen politik Mesir, anggota parlemen dari oposisi dan Ikhwanul Muslimin (IM) berkumpul memadati depan halaman Darul Hikmah di pusat kota Kairo, Ahad (28/12). Dalam tuntutannya para peserta unjuk rasa menegaskan pembukaan perlintasan Rafah sangat darurat dilakukan.

Turki
Ribuan warga Turki turun ke jalan mengecam serangan Israel ke Palestina. Mereka berunjuk rasa di Istanbul. Dalam aksinya para muslim dan muslimah Turki ini membawa poster para pemimpin Hamas yaitu Khaled Meshaal dan Abdelaziz Rantissi.

Pakistan
Di Pakistan bendera Israel dibakar oleh massa dari Islami Jamiat-e-Tulaba (IJT).

Korea Selatan
Aksi mengecam Israel tak hanya terjadi di negara mayoritas Islam. Di Korea Selatan, warga Korea melakukan demonstrasi di depan Kantor Kedubes Israel di Seoul. Dalam aksinya mereka bahkan menginjak-injak bendera Israel.

Jepang
Di negara asia timur lainnya, ratusan masyarakat Jepang juga tidak ketinggalan mengecam serang Israel ke Gaza. Mereka melakukan aksi di depan Kantor Kedubes Israel di Tokyo.

Inggris
Masyarakat Eropa juga turut mengecam Israel. Di London, Inggris ratusan warga berdemo di depan Kantor Kedubes Israel. Massa terus meneriakkan yel-yel anti-Israel.

Jerman
Di Berlin, Jerman, ribuan warga bergabung dengan pendatang dari Palestina menggelar aksi memprotes serangan negara Zionis tersebut. Mereka mendesak agar serangan segera dihentikan.

Yunani
Di Athena, Yunani, sekitar 3.000 orang berunjuk rasa di depan kantor Kedutaan Besar Israel, Senin (29/12). Sambil mengibarkan bendera Palestina, demonstran meneriakkan yel-yel anti-Israel. Sempat terjadi aksi saling dorong dengan polisi. Hingga akhirnya polisi membubarkan unjuk rasa menggunakan gas air mata.

Argentina
Aksi juga terjadi di Amerika Latin. Dua muslimah di Argentina, menggelar aksi dengan memakai topeng di depan Kedubes Israel di Buenos Aires, Argentina.

Venezuela
Di Caracas, Venezuela, Kantor Kedutaan Besar Israel didemonstrasi. Pengunjuk rasa mendukung warga Palestina dan menuding Israel sebagai kekuatan negatif di Timur Tengah. Aksi Israel juga dikecam Presiden Hugo Chavez. Ia menyebut serangan Israel ke palestina sebagai tindak kriminal. Ia juga menyebut Amerika Serikat sebagai satu-satunya pemerintahan yang mendukung aksi tersebut.

Amerika Serikat
Sedangkan di Amerika Serikat. Sekitar 3.000 pengunjuk rasa, memadati jalan-jalan di Washington DC, sebagai protes atas serangan Israel ke jalur Gaza, Palestina. Demontrasi serupa juga digelar di 28 negara bagian Amerika Serikat.Massa berkumpul dengan meneriakkan yel-yel “Bebaskan Palestina”. Mereka menuding Amerika dan Israel sebagai pelaku kejahatan perang dan genosida. Sebagai bentuk protes, massa juga mendesak duta besar Israel di Amerika, segera meminta negaranya menghentikan serangan di Gaza. Di New York, unjuk rasa dilakukan dua kelompok massa. Yaitu masing-masing pro Israel dan pro Palestina. Kedua kelompok dipisahkan barikade polisi di depan konsulat Israel.

Seluruh aksi ini menunjukkan bahwa konflik di Palestina bukan hanya sekedar konflik agama, melainkan sudah merupakan konflik kemanusiaan. Perbuatan keji Israel telah menunjukkan pelanggaran hak asasi manusia secara jelas. Maka, ketika seluruh dunia mengutuk Israel, masih adakah keraguan siapa teroris sebenarnya? [iqra]

dari berbagai sumber

http://alkhawarizmi.or.id

Kamis, 15 Januari 2009

== Bila Asmara di Titik Jenuh ==

Cepat atau lambat, akan tiba saatnya hubungan asmara mencapai titik jenuh. Maka siapkan diri menghadapinya. Bila kala mencapai titik ini, maka segala yang terjadi akan nampak monoton dan so boring. Hubungan terasa 'dingin' dan hambar. Bila ini terjadi, apa yang harus dilakukan?

Nita Tucker dalam How not to screw it up, punya tips khusus untuk mengatasinya. Kembali ke masa lalu dan mengenang saat-saat indah jatuh cinta dulu, bisa menghangatkan kembali asmara Anda.

  • Telusuri kembali kisah cinta Anda dengan membuka album lama, atau membaca surat-surat cinta saat masih pacaran. Ungkapkan saat-saat indah itu dalam kata-kata.

  • Tanyakan pada pasangan, apa yang dulu membuatnya tertarik pada Anda. Hal itu bisa menggugah ingatan dan kembali menggetarkan hati Anda.

  • Jika masih ingat saat pertama kali dia mengungkapkan cinta, tak ada salahnya dirayakan dengan nonton film berdua dan dinner. Dampaknya, akan sangat terasa.

Atau, Anda bisa mengikuti saran Dan Zevin dalam The Nearly-Wed Handbook:

  • Berkumpul dengan teman-teman sebaya yang masih lajang, bisa menambah kehangatan. Dengarkan kisah-kisah mereka, dan Anda akan lebih menghargai kehadiran pasangan.

  • Tinggal terpisah untuk sementara waktu juga akan sangat membantu. Bukan untuk melarikan diri, tapi untuk menyadari keberadaan pasangan. Rasakan indahnya rindu tanpa pasangan disisi Anda.

Semua usaha itu akan membakar kembali api cinta yang nyaris padam. So, jangan biarkan cinta Anda menjadi dingin.

Anda pernah mengalaminya?


http://rahmadku.tripod.com/artikel_cinta.html

Rabu, 14 Januari 2009

Palestina Tanah Wakaf Umat Islam yang Terampas


Bangsa Yahudi menumpahkan kebencian dan kedengkiannya terhadap Islam di Palestina. Tak bisa dibiarkan rakyat Palestina menderita terlalu lama. Sanggupkah umat Islam bergerak? Ketika disintegrasi mengintip umat Islam (1000-1250), mulailah Palestina menjadi ajang pertikaian berdarah. Salah satunya adalah Perang Salib. Menurut catatan sejarah, Perang Salib I (1096-1144) diawali terhalangnya ziarah umat Kristen Eropa ke Yerusalem, lantaran Dinasti Seljuk yang mengusai Anatolia. Sehingga Paus Urbanus II berseru mengobarkan perang melawan umat Islam (1095).

Tapi, Tampaknya, kasus terhalangnya umat Kristen ini hanya entry point agar Kristen punya alasan menguasai Palestina, tempat lahirnya Nabi Isa as. Tak aneh bila perang Salib pun harus berjilid-jilid, yakni Perang Salib kedua pada tahun 1144-1192, dan Perang Salib ketiga 1193-1291. Namun, yang jelas kaum Muslim mampu mempertahankan tanah wakaf Palestina, yang awalnya telah dimerdekakan Al-Faruq, Khalifah Umar ibnul Khattab, dari penjajah Romawi.

Kala Palestina di bawah Kekhalifahan Turki Utsmani, Inggris mampu menguasai kawasan Bulan Sabit (Fertile Creescent) di Yordania dekat Palestina (1917/1918). Sejak itu Palestina selalu menjadi ajang rebutan pengaruh negara-negara Eropa. Seiring kekalahan Turki Utsmani yang bersekutu dengan Jerman, pada Perang Dunia I (1914-1918), akhirnya Palestina jatuh ke tangan Inggris. Sejak itulah malapetaka Palestina menemui babak baru.

Pasalnya, atas prakarsa Menteri Luar Negerinya Arthur James Balfour (2 November 1917), yang terkenal dengan Deklarasi Balfour. Inggris memberi dukungan berdirinya negara Yahudi di Palestina dengan Boleh jadi keberpihakan Inggris terhadap bangsa Yahudi karena trauma Perang Salib yang berkarat. Deklarasi Balfour disambut bangsa Yahudi dengan suka cita, karena telah melegimitasi cita-cita Kongres I bangsa Yahudi di Basel Swiss.

Kongres yang berlangsung pada tanggal 29 Agustus 1897 itu menyepakati gerakan Zionisme sebagi usaha menuju negara Yahudi. Lebih dari itu, Zionisme tidak sekadar membentuk negara Yahudi, tapi merupakan batu loncatan terbentuknya Israel Raya di permukaan bumi, seperti yang tercantum dalam Protokol Yahudi. Cita-cita Zionis ini berkaitan erat dengan perasaan lebih unggul bangsa Yahudi ketimbang bangsa lain. “Yahudi memang mengklaim dirinya sebagai bangsa pilihan Tuhan. Sedangkan bangsa lain mereka anggap ghayem, binatang ternak yang harus ditunggangi,” jelas Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan, Abu Ridho. Dengan terbentuknya Negara Israel, maka obsesi Yahudi menjadi penguasa dunia akan lebih mudah jalannya.

Ideolog Zionisme Theodore Herzl dalam buku Der Judenstaat (The Jewish State), mengupas pentingnya Palestina sebagai negara Yahudi, setelah mereka tercerai-berai. Awal tercerai-berainya bangsa Yahudi terjadi pada saat Palestina dikuasai Cyrus Agung (memerintah 576-529 SM) pendiri Kerajaan Persia. Kemudian mereka kembali terusir ketika Pasukan Romawi di bawah Panglima Papyrus (tahun 70) menguasai Palestina.

Akibat itu semua, mereka tersebar di segenap penjuru dunia. Dan, di setiap daerah sebaran Yahudi, mereka ditolak atau diusir bangsa setempat. Penolakan bangsa setempat itu, karena bangsa Yahudi kerap menimbulkan masalah. Peristiwa yang paling monumental adalah dari pengusiran Kabilah Yahudi Madinah di zaman Rasulullah saw, lantaran mereka melanggar perjanjian Piagam Madinah.

Keberadaan bangsa Yahudi baru muncul pada abad 19, setelah sebagian dari mereka muncul menjadi usahawan sukses dan ilmuwan ternama seperti ekonom Adam Smith, sosiolog Karl Marx, atau fisikawan Albert Einsten. Hanya saja pengaruh besar bangsa Yahudi itu tidak searah dengan kecemasan hidup mereka ketika harus tinggal bersama-sama bangsa lain. Tak aneh, bila pengamat politik R William Liddle melihat kecemasan itu masih ada hingga saat ini, khususnya di Amerika Serikat.

Pada tanggal 14 Agustus 1922, Inggris menempatkan Herbert Samuel sebagai wakilnya di Palestina. Dan sejak itulah secara resmi izin imigrasi Yahudi Eropa efektif berlaku. Izin ini menimbulkan amarah bangsa-bangsa Arab. Lantaran, jumlah Yahudi tidak lebih dari 5% persen penduduk Palestina, sedangkan sekitar 85% penduduknya beragama Islam. Sejak itu negara-negara Arab menolak kekuasaan Inggris atas Palestina.

Akibat Deklarasi Balfour jumlah penduduk Yahudi meningkat tajam. Pada tahun 1944 jumlahnya telah mencapai 554.000 orang, padahal tahun 1931 baru 83.610 orang. Pertumbuhan inilah yang membuat marah Muslimin Palestina, hingga memberontak terhadap Inggris.

Melihat situasi yang tidak menguntungkan ini, Inggris meminta bantuan PBB untuk berperan aktif menyelesaikan masalah Palestina. Muncullah Resolusi PBB No. 181 pada tanggal 29 November 1947, yang isinya membagi Palestina menjadi negara Arab dan negara Israel. Dan, untuk sementara Palestina di bawah pengawasan internasional. Keputusan PBB disambut dengan antusias oleh bangsa Yahudi. Setelah Inggris mengundurkan diri, mereka dengan culas memproklamirkan negara Israel dengan ibukota Yerussalem.

Tapi sebaliknya bagi Muslimin Palestina. Resolusi No. 181 itu telah menabuh genderang perang Arab-Israel. Pada bulan Mei 1948 kaum Muslim menyerbu Israel dengan dukungan bangsa-bangsa Arab lainnya. Peperangan itu akhirnya memaksa PBB memprakarsai genjatan senjata, hanya saja tanpa ada perjanjian. Sehingga perang kedua pun pecah kembali pada tahun 1967 yang dikenal dengan Perang Enam Hari. Sayangnya, seluruh Palestina sampai Port Said Mesir dikuasai Israel.

Tentu saja jatuhnya Palestina ke tangan Zionis membuat kesedihan kaum Muslim dan bangsa Arab makin menjadi-jadi. Sehingga, tidak ada jalan lain, perang pun dikobarkan. Pada tahun 1973 perang pecah kembali, yang terkenal dengan Perang Yom Kipur. Hanya saja perang ini tidak mampu mengembalikan wilayah Palestina secara utuh, hanya mengembalikan Gurun Sinai dan Bar-lev.

Ironisnya, perjuangan Muslimin Palestina justru dinodai sikap Presiden Mesir Anwar Sadat yang mengakui secara diplomatik Negara Israel (1977). Inilah awal dari lemahnya posisi Muslimin Palestina, karena kehilangan sekutu terdekat dalam menghadapi Israel. Maka, tak aneh bila posisi Muslimin Palestina semakin terjepit.

Posisi terjepit semakin menjadi-jadi setelah perundingan Camp David antara Mesir dan Israel, dengan sponsor Amerika. Lantaran, secara diplomatik Mesir mengakui wilayah Palestina yang dirampok Israel. Dan hanya membicarakan otonomi beberapa wilayah Palestina seperti Gaza dan Tepi Barat, serta sedikit menyelesaikan Sinai.

Di satu pihak kemenangan diplomatik ini membuat Israel percaya diri, dan semakin brutal. Ini terbukti dengan tindakan Israel merampok tanah Lebanon Selatan pada tahun 1982. Dan, biadabnya lagi, pasukan Israel dipimpin Ariel Sharon membantai pengungsi Palestina yang berada di kamp Sabra dan Satila (17 September 1982). Pembantaian itu mengisyaratkan bahwa Israel tidak ada niatan berhenti berperang, dan tidak mau kalah sejengkal pun dari muslimin Palestina. Karena itu, AS sebagai sekutu utama Israel mencoba menggandeng Yordania. Inisiatif ini diprakrsai oleh Presiden AS Ronald Reagan (1982). Boleh jadi perundingan ini untuk menghindari adanya perundingan langsung Israel dengan kaum Muslim, yang bisa secara eksplisit memaksa Israel mengakui keberadaan Muslimin Palestina.

Untuk menghindari perundingan dengan kaum Muslim, Israel mencoba memecah belah bangsa Palestina. Caranya dengan mengajak berunding faksi nasionalis-sekuler Palestina yakni PLO (Palestine Liberation Organization), pimpinan Yasser Arafat. Sementara faksi Islam seperti Hamas tidak dilibatkan. Politik pecah-belah ini mulai menemui hasil ketika PLO mengadakan perundingan damai dengan Israel di Madrid Spanyol (Oktober 1991), yang hasilnya berupa pengakuan PLO terhadap negara Israel beserta seluruh wilayahnya.

Kegigihan Israel untuk meluluhlantakkan kekuatan umat Islam di Palestina, menurut Abu Ridho, sejalan dengan sikapnya menjadikan umat Islam sebagai musuh bersama. Abu Ridho lebih jauh menegaskan bahwa permusuhan Islam dan Yahudi akarnya adalah ideologi, bukan sekadar perebutan wilayah. Karena itu, peperangan yang ingin dilancarkan Yahudi juga bersifat semesta.

Senada dengan Abu Ridho, ahli tafsir Dr. Ahzami Samiun Jazuli menyatakan, pertempuran antara Islam dan Yahudi adalah abadi. Menurut Ahzami, peristiwa-peristiwa yang terjadi di Palestina hanyalah pengingat kaum Muslim bahwa ada musuh abadi yang menentang Islam, yaitu Yahudi.

Terkait dengan Yahudi, Dr. Yusuf Qardhawi memberikan pandangan. Penulis puluhan buku ini mengatakan, saudara terdekat Islam dalam tauhid adalah Yahudi bukan Nasrani. Karena mereka tidak menganggap Isa sebagai Tuhan, mengharamkan babi, dan memerintahkan berkhitan. Hanya, meski ketauhidannya dekat, tapi kebencian dan kedengkiannya pada Islam amat kental. Ketika Muhammad saw diangkat menjadi rasul, mereka tidak segera mengimani bahkan menentangnya, hanya karena Rasulullah bukan orang Yahudi. Lebih dari itu, bangsa Yahudi telah meneteskan darah nabi-nabi yang datang pada mereka. Termasuk persekongkolan mereka dalam usaha pembunuhan Isa as, nabinya umat Nasrani. Repotnya, negara-negara barat yang mayoritas Nasrani seperti Amerika Serikat, justru dikangkangi Yahudi.

Menurut pengamat politik R William Liddle, pengaruh Yahudi di Amerika Serikat sangat kuat, lantaran Yahudi Amerika menguasai semua bidang kehidupan di sana. Padahal jumlah mereka cuma 3% dari penduduk Amerika Serikat yang mencapai 248 juta jiwa (1989). Tapi dengan jumlah yang kecil itu, menurut Liddle, membuat mereka ulet. Sehingga bangsa Yahudi Amerika Serikat mampu menyusup dan mempengaruhi berbagai bidang kehidupan, seperti George Soros di bidang ekonomi dan Henry Kissinger dalam politik. Padahal menurut Guru Besar Politik The Ohio State University ini, bangsa Yahudi awalnya hanyalah peddlers, pedagang eceran keliling dan pengusaha bankir kecil. Kerja keras mereka memang luar biasa. Dan kerusakan yang mereka timbulkan juga amat besar.

Karena itu, wajar bila Abu Ridho mengatakan bahwa tidak cukup melawan Yahudi dengan bekal semangat saja. Tapi lebih dari itu. Untuk itu, menurutnya, jihad harus selalu dikobarkan di segala bidang. Umat Islam di seluruh dunia harus menyiapkan diri agar mampu memenangkan pertempuran semesta ini. Allahu Akbar! n

Sumber: www.sabili.co.id

Selasa, 23 Desember 2008

--Kado untuk ibu yang melahirkan aku--


Adakah pijar matahari setulus hangatmu, ibu. Selembut jemari teduh
hati yang mengantarku memaknai sekujur bumi. Adakah pendar aura
bulan seindah kasih sayangmu. Sedamai dekapan jubah malam pengantar
lelap tidurku. Wahai perempuan yang telah bersusah payah membawaku
mengenal gemerlap bintang di angkasa raya, aku mencintaimu sebagai
cahaya di ujung degup hidup.
Dari suci rahimmu aku terlahir sebagai cahaya mata yang telah
menggenapi tugas keperempuananmu. Di bawah naung do'a restumu aku
belajar merangkak, belajar berdiri, belajar berjalan, berlari,
terbang memaknai napas kehidupan. Semua di bawah naung cintamu ibu.
Ibu, betapa seluruh dunia mengagungkan keberadaanmu. Lihatlah Upik
Abu dan Bawang Putih yang menderita setelah kepergianmu, mereka
benar-benar kehilanganmu. Ibu. Ampuni aku jika lakuku lukai hatimu
seperti Malin Kundang yang bersimpuh rapuh memohon pintu maafmu,
ibu. Jangan kau usir aku dari cintamu seperti yang telah kau lakukan
pada Sangkuriang, sungguh pun dia membunuh Tumang karena ia ingin
membahagiakanmu, ibu. Dekap jiwa kami dengan cintamu, seperti yang
kau lakukan pada Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa. Wahai
ibu, cintamu adalah payung langit di hamparan semesta jingga.
Ibu, kau adalah inspirasi bagi semua anak di muka bumi. Tak sadarkah
kau pada lirik lagu yang dinyanyikan oleh Melly Goeslow, Iwan Falls,
Sulis, John Lennon, dan ribuan penyanyi-penyanyi lainnya di muka
bumi. Atau jutaan pujangga yang menyanjung namamu dalam syair-syair
kekal di deras nadi mereka. Ibu, kau adalah puisi dengan makna yang
tak akan pernah habis digali.

"Oh, bunda.. ada dan tiada dirimu `kan selalu ada di dalam hatiku..."
"Seperti udara, kasih yang engkau berikan, tak mampu kumembalas,
ibu,"

Ibu, jangan kau palingkan cinta sucimu. Kami adalah titipan-Nya yang
membutuhkan air susumu. Kami membutuhkan sentuhan cinta yang dapat
mengajari kami agar bisa jadi manusia yang saling mencinta dan
saling menjaga.
Ibu, kau adalah mahluk yang diistimewakan Sang Penaung. Tak tahukah
kau, kami diperintahkan untuk menghormatimu, menjaga perasaanmu,
mendo'akanmu, dan membahagiakanmu. Ibu, kaulah cahaya di jagat raya
jiwa kami.
Kepada semua ibu di segenap penjuru bumi, terimakasih banyak. Dari
rahimmu telah lahir penerus-penerus adam yang mewarnai hidup dengan
pelangi. Tak peduli sabaik atau seburuk apapun mereka, mereka
terlahir dalam fitrah suci. Tak peduli itu ilmuwan, kiyai, pencopet,
direktur, koruptor, presiden, pedagang kaki lima, teroris, artis,
pelawak, guru, dan jalan hidup lain yang telah mereka tempuh, mereka
terlahir sebagai bayi suci yang lahir dari rahimmu. Mereka adalah
anak-anak mungilmu, ibu. Anak yang setelah dewasa semakin tak tahu
diri dan tak pernah sanggup memaknai keberadaanmu di selasar hidup
ini.
Ibu, beri kami kesempatan untuk membahagiakanmu, untuk memaknai
jalan kupu-kupumu.
Untukmu, wahai perempuan hebat yang melahirkan aku di hari ibu dua
puluh dua tahun yang lalu, di tengah degup hidup yang semakin
meredup sisa nafas ini kupersembahkan hanya untuk kebahagiaanmu.

"Ya Allah...
aku ingin hidup sebagai cahaya yang berpijar untuk kebahagiaan ibu
aku ingin mati sebagai bunga yang mewangi di jubah cinta ibu
Ya Allah, kupercayakan ibu hanya pada dekapan semesta kasih-Mu"

***

*Sigit Rais
"SemAnGaT"
http://www.mail-archive.com/cerkit@yahoogroups.com/msg01414.html

Rabu, 10 Desember 2008

Kasih Sayang Seorang Ibu

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia"
[Al Israa' , ayat 23 ]

"Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil."
[Al Israa' , ayat 24 ]


Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu.
Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam.

Saat kau berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan.
Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu.

Saat kau berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang.
Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai.

Saat kau berumur 4 tahun, dia memberimu pensil berwarna.
Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan.

Saat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah.
Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah.

Saat kau berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah.
Sebagai balasannya, kau berteriak."NGGAK MAU!!"

Saat kau berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola.
Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke jendela tetangga.

Saat kau berumur 8 tahun, dia memberimu es krim.
Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.

Saat kau berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus bahasamu.
Sebagai balasannya, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.

Saat kau berumur 10 tahun, dia mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun.
Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil tanpa memberi salam.

Saat kau berumur 11 tahun, dia mengantar kau dan teman-temanmu ke bioskop.
Sebagai balasannya, kau minta dia duduk di baris lain.

Saat kau berumur 12 tahun, dia melarangmu untuk melihat acara TV khusus orang dewasa.
Sebagai balasannya, kau tunggu sampai dia di keluar rumah.

Saat kau berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut, karena sudah waktunya.
Sebagai balasannya, kau katakan dia tidak tahu mode.

Saat kau berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingmu selama sebulan liburan.
Sebagai balasannya, kau tak pernah meneleponnya.

Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu.
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.

Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.

Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.

Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.

Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.

Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, "Dari mana saja seharian ini?"
Sebagai balasannya, kau jawab,"Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!"

Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan.
Sebagai balasannya, kau katakan,"Aku tidak ingin seperti Ibu."

Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.
Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.

Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.

Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan.
Sebagai balasannya, kau mengeluh,"Aduuh, bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?"

Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai penikahanmu.
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.

Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya,"Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!"

Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat.
Sebagai balasannya, kau jawab,"Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu."

Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.
Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.

Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.(opinum.com)

Selasa, 09 Desember 2008

Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan

Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah benda abstrak. Ada Cinta, Kekayaan, Kecantikan, Kegembiraan, Kesedihan dan sebagainya. Pada awalnya mereka hidup bersama-sama dengan aman dan saling memerlukan. Namun pada suatu hari, badai datang menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba bergelombang dan menimbulkan ombak yang sangat besar dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni di pulau itu segera berusaha menyelamatkan diri.

Cinta sangat bimbang kerana ia tidak pandai berenang dan tidak memiliki perahu. Ia berdiri di tepi pantai untuk meminta bantuan. Sementara itu air semakin naik membasahi kaki Cinta. Tidak lama kemudian kelihatan Kekayaan sedang mengayuh perahu.

?Kekayaan! Kekayaan! Tolonglah aku!?Eteriak Cinta. Dengan segera Kekayaan pun menjawab, ?Ohh! Maafkan aku Cinta?E kata Kekayaan. ?EPerahuku telah penuh dengan semua hartaku. Aku tak dapat membawamu bersama, nanti perahu ini akan tenggelam. Lagi pun tak ada ruang lagi untuk kau di perahuku ini.?Ebr>
Cinta amat sedih sekali, namun kemudiannya dia melihat Kegembiraan melintasi di depannya dengan sebuah perahu.

?Kegembiraan! Tolonglah aku!?Eteriak Cinta. Oleh kerana Kegembiraan terlalu gembira kerana dia telah menjumpai sebuah perahu, dia langsung tidak mendengari teriakan Cinta. Air semakin meninggi membasahi Cinta sampai ke paras pinggang dan Cinta semakin panik. Tidak lama selepas itu, lalulah Kecantikan di depannya.

?EKecantikan! Bawalah aku bersamamu!?Eteriak Cinta

?Wah, Cinta kamu sudah basah dan kotor. Aku tak boleh membawamu bersama. Nanti kau akan mengotorkan perahuku yang indah ini.?E sahut Kecantikan. Cinta amat sedih mendengarnya. Cinta mula menangis terisak-isak.

?Apa kesalahanku, mengapa semua orang tidak mempedulikan aku??E rintihnya sayu.

Ketika Cinta sedang menangis, lalulah pulak Kesedihan dengan perahunya.

?Ohh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu,?Ekata Cinta.

?Maaf, Cinta. Aku sedang bersedih dan aku ingin bersendirian?E kata Kesedihan sambil terus mendayung perahunya. Cinta sudah mula putus asa. Air semakin naik dan akan menenggelamkannya. Cinta terus berharap agar dirinya akan diselamatkan orang. Dia berdoa kepada Tuhan. ?Oh Tuhan tolonglah aku, apa akan terjadi pada dunia tanpa aku, tanpa Cinta?.?Ebr>
Pada saat yang kritikal itu, tiba-tiba terdengar suara memanggilnya, ?Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!.?E Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua berjanggut panjang memutih sedang mendayung perahunya. Cinta pun naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.

Kemudian setibanya di pulau yang berhampiran, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera meninggalkan pulau itu. Pada ketika itulah, baru Cinta sedar bahawa dia tidak mengetahui siapakah gerangan orang tua itu yang baik hati dan telah menyelamatkannya itu. Cinta segera bertanya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang itu.

?Oh, orang tua tadi? Dia ialah Waktu!¢ kata orang itu.

Cinta pun bertanya lagi. ?Tapi mengapakah dia menyelamatkan aku? Aku tak kenal dia. Sedangkan kawan-kawan yang mengenaliku langsung tidak mahu menolongku,?Etanya Cinta kehairanan.

?Sebab, hanya Waktulah yang tahu betapa berharganya Cinta itu?E kata orang itu. Setelah itu fahamlah Cinta akan kepentingannya di dunia ini.

Moral:
Adakah CINTA perlukan KEKAYAAN, KECANTIKAN, KESEDIHAN dan KEGEMBIRAAN?